Skip to main content

Contact

 Have a question, suggestion, correction, or collaboration proposal? We would love to hear from you. You can contact Productive After Resign by email:

Email: novarty@gmail.com

For General Questions

If you have questions about an article, want to share your experience, or simply want to say hello, feel free to send us a message.

Report an Error

If you find incorrect information, a broken link, a spelling mistake, or another problem on the website, please use our Report an Error form.

Collaboration

We are open to relevant collaboration opportunities related to:

  • Productivity

  • Career transitions

  • Working from home

  • Freelancing

  • Digital products

  • Blogging

  • Personal development

  • Women's empowerment

  • Life after resignation

For collaboration inquiries, please include information about yourself, your organization or brand, the type of collaboration you are proposing, and any relevant details. We will review your message and respond when appropriate.

Thank you for visiting Productive After Resign.

Comments

Popular posts from this blog

5 Langkah Membangun Personal Branding Ibu Rumah Tangga

Siapa bilang personal branding cuma buat karyawan kantoran, artis, atau CEO startup? Ibu rumah tangga juga punya hak yang sama untuk dikenal, dihargai, dan bahkan "dijual" keahliannya ke dunia luar. Ya, kamu nggak salah baca. Meski keseharian dihabiskan di rumah, mengurus anak, masak, sampai beres-beres rumah, bukan berarti kamu nggak punya identitas dan value yang layak ditonjolkan. Sumber gambar: Magnific @rawpixel.com

Kenapa Ibu Tetap Harus Produktif setelah Resign?

Momen resign dari kantor demi fokus mengurus anak, sering kali jadi keputusan besar yang penuh pertimbangan. Ada rasa lega bila akhirnya bisa full time menemani si kecil tumbuh, tapi nggak jarang juga muncul rasa kehilangan. Kehilangan rutinitas, kehilangan circle pertemanan kantor, bahkan kehilangan "identitas" yang selama ini melekat sebagai seorang profesional.

Produktivitas dari Rumah yang Cocok untuk Ibu Pasca Resign

Setelah resign dan memutuskan fokus di rumah, banyak ibu yang sebenarnya masih punya energi dan keinginan untuk tetap berkarya. Masalahnya, waktu yang tersedia terbatas, tenaga juga sudah banyak terkuras untuk urusan anak dan rumah tangga. Akhirnya, muncul pertanyaan klasik, "produktif itu enaknya ngapain ya, kalau kondisinya kayak gini?"